Thursday, 29 October 2009

Kisah Cinta Seorang Suami

Salam ceria, artikal ni izah dapat dari email-email yang diforwardkan oleh teman-teman, saja nak kongsi dengan pengunjung blog izah...touching sangat bagi izah...cinta dan pengorbanan seorang isteri dah biasa bagi kita, tapi cinta dan pengorbanan seorang suami satu dalam seribu.

Susah nak jumpa tapi tetap ada.

Izah dah jumpa dan lihat sendiri, teman baik hubby izah yang menjaga isterinya yang telah lumpuh lebih dari 20 tahun, kesetian seorang suami yang sanggup melepaskan segalanya hanya untuk menjaga isteri tercinta.

Dan pada mulanya Izah macam susah nak percaya juga, tapi selepas melihat sendiri sewaktu kami bercuti ke Kuala Terengganu dan sempat singgah di rumahnya...izah terharu sangat tengok teman hubby izah tu melayan isterinya yang sakit, termasuk menguruskan segala urusan rumahtangga memasak, dan mengemas rumah.

Dan izah nampak dia mengendong isterinya untuk dibersihkkan...tugas itu di lakukan sehinggalah ke nafas terakhir isterinya...isteri tercinta pergi mangadap illahi pada Ramadhan pertama 2009.

Takziah dari izah dan hubby kepada keluarga En Fadzil B Mohd Yusof(teman baik hubby) atas pemergian isteri yang sangat di cintai...

Artikel cinta ini berdasarkan kisah yang benar.

Dilihat dari usia beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja bahkan sudah
mendekati malam. Masa Pak Suyatno, 58 tahun ke sehariannya diisi dengan merawat isterinya yang sakit. isterinya juga sudah tua. Mereka berkahwin sudah lebih 32 tahun.

Mereka dikurniakan 4 orang anak .......di sinilah awal cubaan menerpa, setelah
isterinya melahirkan anak ke empat .........

tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak boleh digerakkan. Hal itu terjadi selama dua tahun.

Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak mampu digerakkan lagi.

Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapkan, dan mengangkat isterinya ke atas tempat tidur.

Sebelum berangkat ke tempat kerja dia meletakkan isterinya di hadapan TV supaya isterinya tidak berasa kesunyian.

Walau isterinya tidak dapat bercakap, tapi dia selalu melihat isterinya tersenyum, dan Pak Suyatno masih berasa beruntung kerana tempat kerjanya tidak begitu jauh dari
rumahnya, sehingga siang hari dia boleh pulang ke rumah untuk menyuapi isterinya makan. Petangnya dia pulang memandikan isterinya, mengganti pakaian, dan selepas maghrib dia temankan isterinya menonton tv sambil bercerita apa
sahaja yang dia alami seharian.

Walaupun isterinya hanya mampu memandang (tidak mampu memberikan respons ), Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda dan bergurau dengan isterinya setiap kali menjelang tidur.

Rutin ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan sabar dia merawat isterinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak-anak mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yang masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak Suyatno berkumpul di rumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Kerana setelah menikah mereka tinggal dengan keluarga masing-masing.

Dan Pak Suyatno tetap merawat ibu kepada anak-anaknya, dan yang dia inginkan hanya satu: semua anaknya berjaya.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati anak yang sulung berkata : "Pak kami ingin sekali merawat ibu...Semenjak kami kecil kami melihat bapak merawat ibu dan tidak
ada sedikit pun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak izinkan kami menjaga ibu."

Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya.........

"Sudah yang kali keempat kami mengizinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengizinkannya. Bila papak akan menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti
ini .....

Kami sudah tidak sampai hati melihat bapak begini... kami berjanji akan merawat ibu dengan sebaik-baiknya secara bergantian," ujar anaknya yang sulung merayu.

Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga oleh anak-anaknya.

"Anak-anakku. .... jikalau hidup di dunia ini hanya untuk nafsu.... mungkin bapak akan berkahwin lagi.... tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku... . itu sudah lebih dari cukup. Dia telah melahirkan kalian...

"Sejenak kerongkongannya tersekat..."Kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak dapat dinilai dengan apapun.Cuba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti Ini ?

Kalian menginginkan bapak bahagia .... Apakah batin bapak dapat bahagia meninggalkan ibumu dalam keadaannya seperti sekarang ?

Kalian menginginkan bapak yang masih diberi Allah kesihatan yang baik dirawat oleh orang lain .......bagaimana dengan ibumu yg masih sakit ?

Sejenak meledaklah tangis anak-anak pak Suyatno...Mereka pun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata ibunya... Dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangatdicintainya itu...

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stesen TV swasta untuk menjadi panel jemputan acara bimbingan Rohani Selepas subuh dan juru acara pun mengajukan pertanyaan kepada pak suyatno...

Kenapa bapak mampu bertahan selama 25 tahun merawat Isteri yang sudah tidak mampu berbuat apa-apa?

Ketika itu pak Suyatno pun menangis....tamu yang hadir di studio yang kebanyakan kaum ibu pun tidak mampu menahan haru...

Disitulah Pak Suyatno bercerita...Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta tapi dia tidak mencintai kerana Allah maka semuanya akan luntur...

Saya memilih isteri saya menjadi pendamping hidup saya.......Sewaktu dia sihat diapun dengan sabar merawat saya...Mencintai saya dengan sepenuh hati zahir dan batinnya bukan dengan mata kepala semata-mata. .. dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu dan baik-baik...

Sekarang dia sakit berkorban untuk saya kerana Allah...Dan itu merupakan ujian bagi saya.

Sihat pun belum tentu saya mencari penggantinya. .. apalagi dia sakit ... Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya mengadu kepada Allah di atas sajadah supaya meringankan penderitaan isteri saya.

Dan saya yakin hanya kepada Allah tempat saya mengadukan rahsia dan segala kesukaran saya...kerana DIA maha Mendengar... .

Adakah anda sanggup berkorban sebegini demi cinta?

Sunday, 18 October 2009

Wanita & Airmata

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya "Mengapa ibu menangis?"
"Kerana aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya.
"Aku tidak mengerti",kata anak itu.
Ibunya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tak akan pernah
mengerti"

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya,
"Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"
"Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat
dikatakan oleh ayahnya.

Anak laki-laki kecil itupun lalu tumbuh menjadi seorang
laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.

Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya,
"Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?"

Allah berfirman:

"Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk
menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk
menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "

"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "

"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh "

"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam
setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya "

"Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya "

"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan
hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu"

"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan dan ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan."

"Kau tahu;kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya."

"Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya,kerana itulah pintu hatinya.. Tempat dimana cinta itu ada."

Khabarkan ini kepada setiap wanita yang anda kenal hari ini untuk memperingati Wanita. Jika Anda lakukan,Anda akan menambah harga diri wanita!

Khabarkan msg ini juga kepada kaum lelaki, supaya mereka sedar dan ingat akan kecantikan wanita mereka yang azali.. bukan pada kecantikan luaran semata-mata. Selamilah hati wanita mu.. dan ingat lah...Setiap Wanita itu Cantik.

Thursday, 15 October 2009

Pedihnya



Salam sejahtera,sekadar luahan hati...sebenarnya coretan ini telah lama aku tulis tapi aku tak sampai hati nak meletakkan disini, ianya seolah-oleh membuka aibku sendiri.

Tetapi sms yang aku terima pada 5 syawal baru-baru ini memang betul-betul buat aku tersentap dan menguris hatiku... masih aku juga kah yang bersalah....

Susah betul mata ini ingin terpejam, banyak perkara yang terjadi kebelakangan ini yang menggangu ketenanganku.Sebelum ini aku punya masaalah dengan “DIA”. Kini belum dapat menenangkan hati ku yang kesakitan, datang pula masaalah baru.
Masih akukah yang bersalah?

Masih terbayang diruang mata setiap bait-bait kata yang disampaikan melalui ruang cyber ini, akukah yang bersalah. Aku tidak berniat begitu.

Ya memang betul aku berjanji tetapi aku juga punya alasan kerana tidak dapat memenuhi janji tersebut.

Hari jumaat malam tu memang aku ader menghubunginya sekadar memberitahu keluarga ibu kandungku bahawa esok(sabtu) aku berhajat untuk membawa ibu tiriku yang datang dari kampung untuk berjumpa ibu kandungku. Kebetulan ibu tiriku ingin menjemput sekali untuk majlis pernikahan adik bongsuku. Kedua-duanya memang saling menyuarakan hasrat untuk bertemu.

Namun hajat itu tak dapat aku laksanakan memandangkan seharian hari sabtu tu kami harus dahulukan saudara-saudara yang jauh untuk di jemput dahulu.Seawal jam 9 pagi kami keluar dari rumah tercari-cari rumah yang nak dituju almaklumla aku bukan mahir sangat pun area Klang dan Shah Alam tu.

Hubby aku pun lebih kurang macam tu juga. Yang drive nyer pun adik aku yang bakal berkahwin tu.Dalam keadaan tercari-tercari tu mustahilla aku nak izinkan hubby aku drive, bahaya buatnya pening dia datang tak pasal-pasal kang lain plak cerita.

Menurut doctor hubby aku memang dah sihat tapi dia tak boleh terlalu risau atau penat, takut dia di serang sawan pula, almaklumla penyakit yang melibatkan kepala ni banyak risikonya.Dan tak dibenarkan memandu sekurang-kurangnya dalam tempoh 2 tahun pertama ni, tapi kadang-kadang dah terpaksa tiada pilihan terpaksa juga.

So dalam kami tercari-cari tu sampai juga kami kerumah abang ibu tiriku, dari satu rumah kesatu rumah kesudahannya pukul 6.30 petang baru kami balik.

Punyalah kepenatan tuhan jer yang tahu itu pun ikutkan ada lagi rumah yang kami tak sempat pergi. Main pas kad jer pada yang kami sempat jemput tu. Sampai ke rumah pun dah magrib,niat hati nanti lepas magrib kita pergi Sungai Besi plak(rumah ibu kandungku).

Namun hajat tu terbantut lagi bila hujan turun dengan lebatnya, memandangkan Hanim pun belum pulih dari demam sepenuhnya maka aku batalkan niat tersebut, ku katakan pada ibu tiriku kita kesana awal pagi esok jer, sebab ibuku harus pulang ke kampung petang ahad tu juga tambahan lagi kami semua dah kepenatan.

Nak dijadikan cerita seharian berjalan phone aku dan hubby kehabisan bateri,hajat hati aku nak baring sekejap sambil charge beteri phone tapi mungkin sebab kepenatan aku terlena sampai kepagi maknanya aku tak berkesempatan langsung untuk sms atau call pihak ibu kandung ku memberitahu yang aku tidak jadi datang.

So awal pagi esoknya (ahad)aku mengarahkan ibu dan adik ku bersiap untuk kerumah ibu kandungku namun masih juga terhalang,memandangkan sedang elok kami bersiap ada pulak yang memberi salam, dan anak buah ibu ku yang duduk di Gombak datang bersama ibubapanya yang baru tiba dari Johor.

Dah tetamu datang takkan nak ku kerahkan mereka balik pulak semata-mata kami nak keluar, sembang punya sempang hampir pukul 2 petang juga baru dia berangkat pulang. Pukul 2 petang manalah kami sempat hendak kemana-mana lagi.Itu pun mak aku kelam kabut harus bersiap untuk ke Puduraya memandangkan tiket bas pukul 3.30 petang.

Sudahnya sampai kesudah hajat ibu ku untuk ke rumah ibu kandungku tidak tercapai. Dan aku biasalah selepas mengantar ibu ku ke Puduraya, dah naikkan bas semua… Aku plak harus bergegas pulang memandangkan sejak ibu ku datang aku tak sempat langsung untuk mengemas rumah memandangkan kami sibuk kesana kesini menjemput orang.

Jadi kesempatan yang ada aku gunakan sebenuhnya untuk mengemas rumah ku yang dah 4 hari tak berkemas tambahan pula ader kerja office yang aku bawa pulang masih tak sempat aku sentuh.Sehinggakan kesudah hari ahad tu aku terlupa untuk menghubungi adikku untuk memberitahu yang kami tak berkesempatan untuk datang.

Esoknya isnin di sebabkan kesibukkan menyiapkan kerja yang dateline nyer makin hampir, aku terleka tanpa menghubungi ibu kandungku untuk meminta maaf ketidak hadiran aku kemarin dan semalam,sehinggalah ke pukul 8 malam waktu tengah leka menyiapkan kerja aku, baru aku teringat yang aku tak langsung menghubungi ibu kandung ku untuk meminta maaf.

Phone segera kucapai dan ku terangkan satu persatu masaalah kami yang membuatkan kami tak berkesempatan langsung untuk ke rumahnya.Alhamdulillah ibu kandungku amat memahami, aku risau juga dia berkecil hati walaupun hakikatnya aku dapat rasakan dia memang kecil hati tapi Alhamdulillah bila aku terangkan segalanya dia boleh menerimanya.

Tapi apa yang menyedihkan aku esoknya, bila aku menerima instant msg dari adikku(anak ibu kandungku) membuatkan aku tersentap. Ibu ku sendiri pun tak berkata apa-apa mengapa adik aku pula yang terasa sangat, memang betulla apa dia kata, kenapa aku tak sms dia? okla fine aku akui itu silap aku, tapi aku tak suka dengar sesuatu benda yang boleh memulakan perselisihan faham antara kami.

Hubungan ini baru bermula, kenapa benda kecil-kecil tu nak di perbesar-besarkan kalau aku tak memohon maaf tu lain cerita, ni awal-awal perbualan lagi ayat pertama aku, “maaf akak bukan sengaja tak nak datang” tak cukup lagi ker? paling tak dengarla dulu penjelasan aku. Jangan cakap main melulu jer.

Ntah la sampai ke saat ini aku masih terasa sebenarnya…Benda-benda macam ni la, pada aku satu permulaan ke tidak selesaan sesuatu hubungan. Memang betul dia cakap dia dah luahkan apa yang dia rasa. Tapi ader tak dia fikirkan dulu apa yang dia cakap tu nanti mungkin akan lebih menjarakkan lagi hubungan kami.

Logic akalnya perpisahan 26 tahun tu nak diangkat seperti tiada apa yang terjadi hanya dalam masa 5 tahun pertemuan semula kami. Setelah aku membesar dengan menerima sepak terajang dan maki hamun orang. Dengan semudah itukah aku nak pujuk hati ku seolah-olah tiada apa-apa yang berlaku.

Kalau nak diikutkan kecil hati aku, banyak lagi nak aku luahkan tapi aku tau apa yang aku dapat, benda dah berlalu, Cuma yang mampu aku lakukan pujuk hatiku merima keadaan itu seadanya. Belajar memaafkan kerana itulah yang terbaik.

Mungkin senang bagi dirinya untuk berkata-kata kerana dia tak melalui apa yang aku lalui. Aku yang melaluinya aku yang merasa peritnya, aku yang merasa azabnya. Rambut ku pernah di tarik dan dihantukkan ke bucu dinding hingga berdarah dan meninggalkan parut sehingga aku dewasa, dan parut libasan wayar radio masih kekal lagi di lengan ku sehingga kini.

Hukuman itu bukan kerana aku degil tapi hanya kerana aku inginkan kasut sekolah baru selepas melihat adikku mendapat kasut baru, sedangkan kasut sekolahku dua tahun tak berganti. Kalau nak diikutkan aku lebih memerlukan memandangkan aku kesekolah harus menapak sejauh dua kilometer sedangkan adik ku pergi dan baliknya berhantar dengan motor walaupun sekolah kami sekolah yang sama.

Aku tak melebihkan mana-mana, sana ibu sini juga ibu…kedua-duanya aku sayang. Walaupun ada dendam yang terpendam antara aku dan ibu tiriku, tapi kerana dia jugalah aku hidup…walaupun hari-hari badan aku marasa libasan wayar radio sebagai hadiah, tapi wanita itu jugalah yang nekad membesarkan aku yang tiada apa-apa pertalian darah ni.

Dan di waktu ini ibu tiriku memerlukan aku untuk menguruskan perkahwinan adik bongsuku, siapa lagi yang nak diharapkannya kalau bukan aku sebagai anak yang tua, kalau ikutkan marahnya hati ini aku tak mahu ambil tahu langsung. Lantaklah dan pandai-pandai kalianla.

Tapi mana mungkin aku bersikap begitu, aku cuba memahami apa yang dia lakukan terhadap aku dulu disebabkan tekanan dari seorang suami dan ayah yang tak pernah menjalankan tanggungjawabnya sewajarnya.

Terpaksa bertungkus lumus mencari nafkah hidup sendirian, dimadukan dengan berapa ramai perempuan, harta yang tak seberapa dihabiskan kemeja judi kemudian dibebankan pula dengan membela anak yang tak ada kena-mengena dengan dirinya. Kalau aku sendiri jadi dirinya belum tentu aku sekuat itu. Belum tentu aku setabah itu.

Namun walau begitu keadaan hidupnya dia teruskan juga menjaga aku. Memberi aku peluang kesekolah walaupun hanya setakat darjah enam. Namun aku masih boleh membaca dan menulis.

Dan kerana deraan dia jugalah seusia 7 tahun aku dah reti memasak nasi dah reti mengoreng telur. Seusia tujuh tahun juga aku dah reti membasuh baju dan kasut sekolahku sendiri. Dan meningkat usia 9 tahun aku dah kedapur memasak seperti orang dewasa yang lain.

Dan kerana deraan dia jugalah, usiaku 13 tahun aku dah boleh bekerja di rumah orang. Melakukan tugas rumahtangga memasak, mengemas dan menjaga anak majikanku.

Itu sebab aku katakan sebelum ini, aku hidup dan membesar hasil titik peluh ku sendiri, nasi yang aku telan hasil dari penat lelah ku melakukan kerja-kerja rumah yang tak dilakukan oleh budak sekarang berumur 17 tahun pun.

Kerana itu jugalah usiaku 16 tahun aku sanggup berkahwin dan memperjudikan masa depanku dengan insan yang tak pernah aku kenali apatah lagi melalui alam percintaan seperti remaja lain.

Jadi jangan bagi aku mengungkit satu persatu sejarah silam yang pernah aku lalui selepas kehilangan kasih sayang seorang ibu.

Kehilangan kasih sayang ibu ditambah lagi kebencian seorang ayah, mungkin kerana perceraian antara mereka membuatkan ayah terlalu membenci aku. Kalau dulu ayah tak boleh melihat muka aku, ada saja kesilapan aku yang dicari bila kami bertentang mata. Setiap masa aku melarikan diri kerana takut untuk bertemu muka dengannya.

Aku tak pernah hidup menagih simpati orang, aku cuma pernah hidup dengan menagih kasih sayang orang. Tapi itu pun orang tak mampu nak beri.

Dan sekarang aku tak menuntut apa-apa lagi, kerana kini aku dah boleh menerima segalanya sebagai satu suratan takdir untukku. Dulu di saat aku belum mampu berfikir sebaiknya aku memang marah dan geram, tapi kini bila usia semakin meningkat aku mengajar diri ku untuk menerima segalanya sebagai salah satu proses pembelajaran yang harus aku lalui untuk mematangkan diriku.

Proses untuk menjadikan aku wanita matang dan cekal.Cuma satu pinta ku jangan pertikaikan keupayaan dan kemampuan aku sebagai seorang anak dan kakak, aku belajar menerimanya dan belajar memaafkan segalanya. Aku tutupi kekurangan kalian terhadapku, kerana masih ada rasa hormat dalam diri ku.

Aku pohon kalian juga begitu, aku tak minta emas berbungkal dan aku juga dah tak menagih kasih sayang kalian. Cuma aku pinta kalian hormatilah perasaan aku. Aku tak mampu nak menjaga hati semua pihak. Ada keutamaan lain yang aku harus dulukan…

Suami dan ibu mertuaku…

Insan yang paling lama aku hidup bersamanya. 15 tahun dia mendidik aku dari usiaku 16tahun sehinggalah kini 31 tahun, dia menerima aku seadanya. Menutupi setiap kelemahan dan kekuranganku. Bersabar dalam apa jua masaalah yang aku timbulkan. Dan kini dialah segala-galanya bagiku. Dan sebagai ikhsan terakhir kalian aku pohon doakan kebahagian ini kekal hingga ke nafas terakhir ku.

*Aku tak bertujuan nak mengaibkan sesiapa, Cuma saat coretan ini aku tulis kesedihan hatiku masih bertandang. Satu persatu apa yang aku lalui dulu bermain dikotak fikiranku, sehinggakan air mataku mengalir tanpa dapat ku tahan. Aku terasa yang amat sangat sehingga menganggu lenaku.

Aku takut tak mampu lagi untuk aku berpura-pura tersenyum sedangkan hati ku menangis yang amat sangat…aku bukan menagih simpati tapi, aku Cuma kehilangan bahu untuk aku tumpang menangis…

Coretan Hati : Izah
Mula : 1.45am
Selesai : 4.12 am
Pada : 19 April 2009

Thursday, 10 September 2009

Berkongsi Untuk Suatu Peringatan.

Kisah satu...

Seorang ibu...

Nah cuba Za baca sms ni "Hei gamp..g! Aku taula aku ni anak haram..anak luar nikah..tu sebab kau buat aku macam nikan kau tak pedulikan aku, apa aku nak semua tak tak dapat!...Aku Hidup macam s..l, kenapa kecik-kecik dulu kau tak bunuh jer aku..kan senang hidup kau!

Subhanallah...

Kenapa jadi macam tu? Tanya aku...

"Ntahla...salahnya sikit jer, dia telefon nak minta duit rm50 acik tak bagi sebab acik pun sesak sekarang ni..banyak yang nak di dulukan" jawab si ibu...

"Kan dia bekerja gaji hampir seribu sebulan...tak ada tangungan mana pergi duit gaji dia? soal aku...

Cerita ini kisah yang benar-benar berlaku di hadapan mata saya, seorang anak gadis berusia 22 tahun sanggup memangil ibunya gamp..g,sanggup mengelar diri anak haram dan anak luar nikah padahal dia dilahirkan dalam ikatan perkahwinan yang sah...hanya semata-mata kerana duit rm 50.

Alangkah malangnya masib si ibu yang mempunyai anak yang begini, sedangkan si ibu berhabis-habisan berkorban membesarkan mereka tanpa menuntut sebarang pembalasan, Tidak ada balasan yang berlebihan di harapkan cuma sekurang-kurangnya di waktu-waktu senja begini anak tadi dapat menghormati dirinya sebagai seorang ibu.

Namun aku bangga pada si ibu tersebut, kata-kata dia sempat membuatkan aku mengingatkan dan memuhasabahkan diri aku.

Kata si ibu...

"Biarlah Za apa jua yang dia buat atau lakukan acik halalkan malah acik tak kecik hati pun, acik selalu ikhlaskan hati acik walau apa pun yang dia buat"

Kenapa macam tu? soal aku

"Acik mengandungkan dia Za, dia yang makcik bawa ku hulu kehilir selama sembilan bulan dan dia satu-satunya anak perempuan acik... acik tak mahu kerana rasa hati acik akan mengundang musibah pada dia, cuma acik selalu doa biarlah dia sihat dan dia diberi kesedaran bahawa acik ni mak dia yang patut dia hormati".

Kisah dua...

Seorang bapa,

"Balik segera abah kena serangan jantung!

Tanpa sempat apa si anak pulang kekampung melihat keadaan si bapa yang sememangnya nazak, nafas terputus-putus akibat serangan jantung...

Di hospital, bapa diberikan bantuan yang sepatutnya, memandangkan keadaan penyakit yang kritikal membuatkan si bapa terpaksa dihantar ke IJN Kuala Lumpur untuk pembedahan yang menelan belanja hampir 20 ribu...

Alhamdulillah...keadaan si bapa kembali pulih...

Tetapi yang menyedihkan...sewaktu di wad sang bapa sempat menghantar sms kepada anak lelakinya yang berumur 13 tahun berbunyi begini "abang pergi kedai depan beli no ni 4..6 rm2.

Ya Allah...

Apa nak jadi? sedangkan sewaktu nazak si bapa, sang anak berusaha berjaga tengah-tengah malam memanjatkan doa dan ikhsan dari yang masa Esa agar sang bapa tadi di panjangkan usia supaya sempat memperbaiki dirinya.

Dan alangkah sedihnya hati si anak bila sang bapa yang diberikan peluang kedua untuk meneruskan hidup si bapa masih leka, dan dalam keadan sakit tu masih sempat memesan pada orang lain untuk membelikan nombor ekor. Alangkah malangnya peluang yang di beri tidak digunakan sebaik mungkin.

Dan yang lebih menyedihkan secara tak lansung si bapa telah mengajar anak lelakinya yang berumur 13 tahun sesuatu yang tidak baik, yang di tegah dalam agama...menyedihkan.

Bukankah sebagai seorang bapa dia sepatutnya menunjukkan contoh yang baik terhadap anak-anaknya bukan mengajar mereka ke arah yang tidak baik...

Bukan berniat untuk membuka aib orang, tetapi sekadar peringatan sesama kita, kedua-dua cerita ini berlaku di hadapan mata saya...kekadang saya duk terfikir di mana silapnya...

Anak si ibu memang dibesarkan dengan penuh kasih sayang ditatang bagai minyak yang penuh cukup didikkan dunia dan akhirat manakala berlainan kisah si bapa yang dari awal lagi memang terabai tanpa pendidikan yang sempurna tambahan kurang kasih sayang.

Namun bagi saya, kita di lahirkan cukup sempurna dibekalkan akal fikiran, walau bagaimana pun tahap pendidikan kita, kita berhak mencari yang terbaik untuk diri kita. Kita boleh berfikir buruk baiknya sesuatu perbuatan dan tindakan.

Sebagai manusia biasa ada masanya kita terleka dengan nikmat dunia tanpa sedar bahawa dunia ini semakin lama semakin tua, kita lalai dan akibat dari kelalaian itu ada hukuman yang sedang menanti kita, jadi sebelum terlewat ada baiknya kita bermuhasabahkan diri, mula-mulakan lah melakukan solat taubat mudah-mudahan kita mendapat keampuanan darinya.

Dan sebagai orang yang hanya mampu memandang dan berkongsi di sini apa yang mampu saya lakukan hanya berdoa moga-moga kedua-dua insan ini diberikan petunjuk dan sempat bertaubat sebelum nyawa terpisah dari badan.

Wednesday, 9 September 2009

Untuk Kita Kongsi Bersama

Email ni saya dapat dari email yang diforward oleh kenkawan bagus juga untuk kita kongsi sama-sama.

As-Syeikh Dr. Yusuf Al-Qaradawi, ketua persatuan ulamak sedunia telah
mengeluarkan fatwa pada hari Ahad lepas mengenai penentuan waktu
berbuka puasa bagi orang yang bermusafir dengan menaiki kapal terbang.

Beliau menyatakan bahawa waktu berbuka puasa bagi mereka ini adalah
ketika jatuhnya matahari atau hilangnya matahari dari penglihatan mereka,
iaitu bukan mengikut negara yang ia berada di atasnya.

Mengikut fatwanya, setiap penumpang-penumpang kapal terbang yang ingin
berbuka puasa, waktunya tidak boleh mengikut negara yang mereka bertolak
daripadanya dan juga tidak boleh mengikut negara yang ditujukannya dan
juga negara yang ia berada atasnya. Akan tetapi waktunya ialah ketika
hilangnya matahari daripada penglihatan mata lender meraka.

As-Syeikh berkata, sesungguhnya dia dikejutkan ketika sekembalinya beliau
daripada Kaherah ke Doha pada awal Ramadhan baru-baru ini dengan
pengumuman daripada seorang pilot asing yang bukan islam bahawa sekarang
telah masuknya waktu berbuka puasa, dalam waktu yang sama matahari masih
terpampang dan siangnya masih jelas. Pengumuman itu berpandukan kepada
negara yang berada di bawahnya telah memasuki waktu berbuka.

Fadhilatussyeikh telah menceritakan dialognya bersama penumpang-penumpang
first class yang duduk bersebelahannya. Syeikh berkata, tidak harus kamu
berbuka puasa sebelum terbenamnya matahari, sebenarnya waktu maghrib
masih belum masuk, adakah sah kamu solat maghrib pada tika ini? Jawab mereka,
tidak!! Maka aku menjawab balik, demikianlah juga berbuka puasa, tidak boleh ia dilakukan sebelum tiba masanya.

Aku mengakhirkan kalamku dengan mengatakan bahawa manusia itu setiapkali
dia berada ditempat tinggi daripada bumi maka akan lewat matahari itu
terbenam. Demikianlah juga orang-orang yang tinggal di bukit-bukau atau
ditempat -tempat yang tinggi maka akan lewatlah terbenamnya matahari dari
penglihatan mereka berbanding dengan orang-orang yang tinggal
berhampirannya di tempat rendah atau tanah berdatar.

Akhirnya, Al-Qaradawi telah meminta pesawat Qatar (yang berlaku kejadian ini) dan juga pesawat-pesawat arab lain supaya memperingatkan pilot-pilot supaya berhati-hati dengan perkara ini dan memastikan waktu berbuka puasa betul-betul selepas terbenamnya matahari.

rujukan :

http://qaradawi.net/site/topics/article.asp?cu_no=2&item_no=7127&version

Thursday, 20 August 2009

Selamat Menyambut Ramadhan Al Mubarak

Email dari kenkawan,makcik nak mereke-reke pantun dan madah indah gini idaklah pandai pun yek...

Mata kadang salah melihat....
Mulut kadang salah berucap....
Hati kadang salah menduga.....
Maafkan segala kekhilafan yang pasti ada....

MARHABAN YAA RAMADHAN

Marhaban ya Ramadhan,

Bulan dimana nafas kita menjadi tasbih, tidur kita menjadi ibadah, amal kita diterima dan do'a kita di ijabah.

Sungguh cantik kain plekat,
Dipakai orang pergi ke pekan,
Puasa Ramadhan semakin dekat,
silap dan salah mohon dimaafkan

Berharap padi dalam lesung,
Yang ada cuma rumpun jerami,
Harapan hati bertatap langsung,
pada coretan yang sepi ini.

Sebelum cahaya syurga padam,
Sebelum hidup berakhir,
Sebelum pintu tobat tertutup,
Sebelum Ramadhan datang,
Saya mohon maaf lahir dan bathin....

Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu Ya Karim,
Marhaban Ya Ramadhan
Allaahumma baariklanaa fi Sya'ban wa ballighnaa Ramadhan
Aminn.

" Doa Malaikat Zibril Menjelang Ramadhan "

"Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada).

Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami isteri.

Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali. Dapat kita bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat, dan dilakukan pada hari Jum'at.

Seribu senyuman belum tentu menawan hati,
satu jelingan sudah cukup menimbulkan rasa benci,
membina mengambil masa....meruntuh sekelip masa.

Selamat Menyambut Ramadhan Al Mubarak

Maaf Zahir dan Batin

Semoga Ramadhan membawa keberkatan kepada semua dan mengukuhkan ukhwah yang terbina

Saya menyusun sepuluh jari memohon maaf atas keterlanjuran kata dan perbuatan, yang menyinggung perasaan saudara saudari dan atas segala kesilapan yang telah berlaku disepanjang perjalanan hidup kita selama ini.


SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA

SEMOGA KITA DAPAT MENJALANKAN IBADAH PUASA DENGAN OPTIMAL, AAMIN.

Wednesday, 19 August 2009

Tahniah

Tahniah buat adindaku tersayang Zubaidah Abd Razak yang Convo pada Isnin lepas, Selepas lima tahun terkejar-kejar membahagikan masa di antara kerjaya dan pelajaran.

Akhirnya segala usaha dan penat lelah tersebut terbayar dengan imbuhan terbaik gelaran Sarjana Muda Sains Pembangunan sumber Manusia ditambah Anugerah Medal.

Bukan calang-calang orang yang punya semangat kental seperti adik untuk berjaya, belajar atas usaha sendiri tanpa bantuan dari mana-mana pihak, yang ada hanya sokongan padu dari keluarga dan teman-teman rapat...dan kini segala kesulitan yang pernah adik lalui telah menampakkan hasil yang dibanggakan.

Moga lepas ni adik akan lebih succes dalam apa jua bidang yang diceburi. Doa ikhlas dari seorang kakak...ameen.

Gambar-Gambar Kenangan Di hari Convocation


Sama tak? Sapa cun? Ahaksss



Bersama ahli keluarga yang menjadi pendorong dan tulang belakang.



Memang spisis lupa diri bila mula bergambar.



Bersama ibu tersayang...Tak habis-habis nangis!



Bersama teman baik yang banyak membantu.



Thursday, 13 August 2009

Mak Dan Balang Gulanya

Masa aku kecik dulu aku selalu hairan ngan mak aku punya satu habit yang aku rasa pelik. Apa dia? Haa... setiap kali gi kedai dia mesti beli gula pasir.

Dulu aku rasa macam satu pembaziran plak, apa taknya kami bukan selalu minum atau makan kuih yang manis-manis pun. Apa motif dia simpan gula tu pun aku tak tau. Kalau ada kenduri kendara dia tetap beli gula. Takkan pakai pun gula dia simpan tu, bila aku tanya...dia kata sayang, tak ke pelik gitu...

Tapi bila aku tengok dia masukkan gula tu dalam balang kaca dan susun kat para bertingkat kat umah tu aku rasa lawa la pulak. Dia akan pakai gula tu untuk buat kuih jualan dia saja, tapi yang hairannya gula tu tak luak-luak pun macam tu juga sentiasa penuh dan tersusun cantik...

Rasanya lepas ni aku kena ikut cara mak aku pulak la. Jadi time nak raya macam ni tak pening aku nak mencari gula pasir untuk persiapan raya nanti. Tapi masaalahnya mana nak aku susunkan gula-gula tu takkan dalam almari perhiasan kot...ahakksss...

Wednesday, 5 August 2009

Amalkan Doa ni

Abu Usamah Mohd Masri bin Mohd Ramli, Friday, July 31, 2009

H1N1 menyerang?

Bacalah doa ini

بسم الله الذي لايضر مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء وهو السميع العليم

Bismillahillazi La Yadhurru Ma'asmihi Syaiun filArdhi wa la Fissama'i wa huwassami'ul 'alim


[Dengan nama Allah yang dengan namanya, tidaklah memudharatkan segala sesuatu yang ada di bumi dan langit , Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.( 3 kali)]

Kata Rasulullah saw: Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan petang hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya."

HR. Abu Dawud 4/323, At-Tirmidzi 5/465, Ibnu Majah dan Ahmad. Lihat Shahih Ibnu Majah 2/332,- rujuk Hisnul Muslim, boleh download di http://intisonline. com

p/s: Tadi di dalam khutbah Shaikh AbdurRazak as-Sa'di menyeru agar jemaah membaca doa ini bagi menghadapi musibah H1N1 yang semakin ganas.

Sunday, 2 August 2009

Pengertian...

Hari ni aku buka blog aku baca komen-komen kat post aku tentang perpalinglah sayang tu, ada member-member yang tinggalkan msg. Aku just nak imform k...tu bukan tentang diri aku, tapi tentang someone yang rapat ngan aku, tentang someone yang aku sayang dan someone tu orang penting dalam hidup aku, dia tengah bermasaalah sekarang ni dan dia duk bercerita kat aku meluahkan apa dia rasa.

Mungkin kerana background kehidupan aku juga yang buat dia rasa selesa bercerita dengan aku, yerla aku pun datang dari keluarga yang berpecah belah ni, dan dia pun tau aku bukan nyer jenis yang nak ambil pusing hal orang lain, banyak benda lagi aku boleh buat dari busy body menjaga tepi kain orang.

Aku plak bila dengar-dengar bab macam ni memang tak tahan aku rasa sedih giler tu yang aku teremosi lebih macam aku plak yang melalui tu semua. Aku macam dapat rasa apa yang dia rasa.

Bila dia duk citer kat aku, aku rasa macam sedih sangat sebab aku tak tahu macam mana aku nak tolong meringankan bebanan yang dia tanggung...aku tak tau nak komen apa, aku takut tersilap cakap akan makin menyedihkan dia...

Aku kesian kat dia, kadang-kadang bila ada masaalah-masaalah yang begitu kita perlukan seseorang untuk melegakan hati, yang boleh mendengar dengan baik setiap luahan hati kita. Nak luahkan pada keluarga tak terkeluar dari mulut tu atau tak mahu orang keliling yang rapat turut sama bersusah hati...nak tak nak terpaksa telan sendiri.

Aku hairan bila ada perempuan yang sanggup jadi peruntuh rumahtangga kaum sejenisnya, tak berperasaan ker? kenapa dalam banyak-banyak lelaki kat dunia ni laki orang juga yang dia nak? Bab-bab macam ni aku takla salahkan 100% lelaki tu, dah memang semula jadinya lelaki memang mudah teruja dengan wanita yang lebih muda, yang lebih cantik, yang lebih mengoda senang cakap yang lebih segalanyala...

Tapi kadang-kadang kaum aku gak yang mengedik lebih, yerla kalau bertepuk sebelah tangan takkan jadikan. Jangan salah faham plak aku bukan menidakkan jodoh. Tapi sebagai manusia, kita di kurniakan akal untuk berfikir, akal untuk kita berfikir membezakan antara jodoh atau mengatal, janganla sebab nak hidup senang tak nak bersusah payah sampai sanggup menidakkan hak orang lain...

Janganla tengok lelaki tu cukup semuanya, ingat lelaki tu senang tanpa sedar sebenarnya lelaki tu senang pun banyak ehsan dari si isteri tadi...

Kalau nak juga pandai-pandaila bawa diri belajar-belajarla mengalah, dah terang-terang awak yang terkemudian, mengalah tak bermakna kita kalah...mengalahlah menggunakan akal tanpa sedar kita yang menang sebenarnya...

Sorryla kalau ada yang tak setuju ngan aku, Aku bukan merendah-rendahkan kaum sejenisku...apa yang cuba nak aku sampaikan aku harap orang tak salah faham aku kesian dengan mangsa-mangsa keadaan ini...

Aku kesian pada si suami yang terleka sekejap pada panahan godaan wanita yang ntah siapa-siapa, aku kesian pada si isteri yang tercari-cari dimana silap dirinya dan paling penting aku kesian pada anak-anak yang menjadi mangsa badai keretakkan rumahtangga ibubapanya.

Tuesday, 28 July 2009

Berpalinglah Sayang...

Sayang,

Mengapa dan apa yang kurang lagi dalam hidup kita sehingga kasihmu kini beralih pergi, segala yang kita sulam selama ini tidak lagi memberi erti kepadamu, tidak mengapa aku terluka...

Tapi berpalinglah sayang walau sebentar lihatlah cahaya bening pada mata anak-anak kita... anak-anak hasil kasih sayang dan ukapan cintamu selamu ini...

Saat ini sudah seminggu kau pergi meninggalkan aku dan anak-anak kita, selepas berbulan kau memusuhiku hanya kerana kehadiran dia dalam hidupmu... disaat aku memujukmu pulang hanya kata-kata kesat dan makian darimu yang aku terima...

Ya aku terima segalanya demi anak-anak kita... ikutkan hati aku tak mahu dan tak ingin merintih kepadamu namun semua ku lakukan ini hanya kerana anak-anak kita.

Sayang,

Ini bukan kali pertama hati ini kau lukai, malah hati ini berkali-kali dilukai lagi dan lagi...tetapi sehingga ke saat ini aku tak pernah lelah mempertahankan mahligai kita, dan aku tak akan pernah mengaku kalah...

Kerana disaat hati ini ingin membenci dirimu, sering ku pujuk hati ini...mungkin kali ini kau masih sama...kau melatah, kau terleka dengan nikmat dunia yang tak memberi jaminan apa-apa, dan yang berlaku ini mungkin diluar kesedaranmu...

Sering ku pujuk hati ini betapa kau mencintai aku...betapa suatu ketika dulu susah untuk kita mengukir bahagia...kita sering memujuk sesama sendiri untuk mempertahankan hubungan kita.

Sungguh pun kedua keluarga kita saling membenci namun kita berkeras pertahankan ikatan ini kau bertahan menunggu di saat kedua keluarga kita merestui sehingga keakhirnya kitalah menantu kesayangan keluarga.

Sayang,

Seringku renung diriku apa yang kurang, ikutkan dulu dan sekarang... sekarang hidup kita punya segalanya...mengapa disaat aku ingin menarik nafas lega kau tersasar dalam mengatur perjalanan hidupmu...

Kau lelaki yang ku pertaruhkan seluruh hidupku...Kau lelaki yang aku cintai sejak aku mengenal apa itu cinta...kau satu-satunya lelaki yang berjaya manakluki seluruh kehidupanku...namun mengapa ini kesudahannya...

Sayang,

Jika benar tiada lagi rasa cinta dihatimu...lepaskan aku pergi mencari bahagiaku, jika semalam-semalam dalam hidup kita kau sering mengugut melepaskan aku pergi...lepaskanlah...walaupun perit tapi aku masih ada tiga kekuatan yang akan menumpang aku disaat aku ingin rebah...

Anak-anak kita yang menjadi nadi kekuatan bagiku, anak-anak yang sering berkongsi air mata disaat kau lupa siapa aku...anak-anak yang sering menjadi penawar disaat aku kesakitan terluka dengan setiap perbuatanmu...

Pergilah sayang jika benar bersamanya kau bisa bahagia yang mungkin tak kau temui disaat kita bersama... doakan juga bahagia itu juga milikku dan anak-anak.

Sunday, 19 July 2009

Kemalasan Tahap Melampau!!

Fuhhh...lama tak ku huppdate ruang merepek ku ini...padahal hari-hari tetap login tapi just tuk baca blog kekawan jerla... blog sendiri dah kemalasan tahap gaban nak di update...lagi pun tak der citer menarik nak dimerapukan...

Tapi dalam pada tu, dah musim buah-buahan ni aku nak gak story satu citer musim buah ni, kebetulan tengah sakit tekak ni sebab membedal 4 kilo rambutan gading... my paverote..ahaks apa punya spelling la tu...tak perla asalkan aku senri ada paham...

Musim buah ni...Buah paverote aku rambutanla apa lagi, kalau dulu kat kampung aku... kebun buah kita orang atas bukit...selalunya waktu musim buah-buahan macam ni, wan aku akan berperang ngan musuh tradisi keluarga kami yaani keluarga Cik BERUK. Tetamu yang tak perlu di undang...selalunya bila nak masuk musim buah jer, wan aku akan ikat tin-tin kosong pada tali dan digantungkan dari bawah rumah kita orang pada satu pokok ke pokok yang lain...pikir aaa...berapa punya panjang tali tu...

Biasanya bila dengar jer keluarga cik BERUK datang melawat, wan aku akan tarik tali tu, dan tin-tin yang bergantung tu akan bising berbunyi, maka akan lintang pukangla keluarga cik BERUK tu lari...BERUK-BERUK kat kebun wan aku tu bukan makan saman, nampak orang datang bukan takut atau lari dengan selambanya duk bedal buah tu sambil perati kita orang, tarasa macam kita pulak yang duk mencuri hak milik mereka...(ahakss tak kesian nyer ayat)baliknya kita orang yang takut dengan spesis dia orang tu. Hanya dengan bunyi tin yang kuat tu jer dia takut.

Tapi tu citer masa arwah wan aku ada lagi, tapi since dia dah meninggal beberapa tahun lepas, kebun buah-buahan tu dah di wakafkan sepenuhnya pada keluarga sepupupu sepapat cik BERUK...almaklumla anak-anak wan aku dah ada komitmen masing-masing tak terjaga kebun arwah wan aku tu, nak upah orang kampung...orang kampung masing-masing ader kebun senri yang nak dijaga.

Jadinyer sekarang kami ni, anak cucu yang tinggal ni nak makan buah apa-apa pun... butan ke manggis ke langsat ke beli jerla bukan mahal pun 4 kilo sepuluh hingget jer, kalau durian tu paling-paling pun sekilo 6 hingget mampu lagi la nak beli cuma bezanya kepuasanla kalau dah pokok sendiri tu nak jadi macam kerabat cik BE pun boleh bergayut-gayut almaklumla pokok sendiri...

Monday, 25 May 2009

Hutang

Sekarang ni every weekend aku cabut balik kampung tulun mak aku apa yang patut, biasala selagi majlis kawin adik aku belum selesai selagi tu la kami semua kebusy-busyan, Aku just nak kongsi satu citer ni jer.

Ada sorang hamba Allah ni aku rasa dia tak tau pun aku balik kampung agak nyer... sebab selalu tuh kalau balik dengan kete hubby, tapi last weekend aku balik ngan kete aku...

Kebetulan member tu datang hantar ubi kayu yang mak aku pesan,lagi satu biasala kalau dah dekat2 ni kenduri kendara ni jiran-jiran duk datang bertanya kan kerja apa nak buat. Kenduri kat kampung tak sama cam kat kl ni semua kena wat sendiri paling tak pung upah katering jer...mungkin tu salah satu sebab juga dia datang nak menolong...

Aku perasan member tu terkezut nengok muka aku, aku wat selamba jer... dia pun sama kontrol cun...kami duk sembang-sembang almaklumla lama tak jumpa. Dalam duk rancak bersembang tu member dapat call. Naik berpeluh aku dengar dia bercerita dalam phone tu, mana taknya dalam gawat-gawat ni cakap takder nyer yang rendah projek main puluh ribu jer...

Projek-projek ribu-ribu pun hutang aku setakat seribu setengah sampaila ni tak berbayar dah makan tahun rasanya...apa punya orang pun aku tak tau la manusia-manusia yang macam ni. Dia boleh duk berbual ngan aku tanpa ada rasa malu atau bersalah pun...

Kalau aku plak berhutang ngan orang selagi tak selesai selagi tu ler aku rasa ada batu berat kat bahu aku nih yang aku harus pikul tapi org leh wat dont know jer...muka punya selamba tanpa rasa bersalah pun... tak malu ker woiii!!!

Tensionnya aku...dulu bila aku tanya, dia selalu bagi alasan tak cukup duitla macam-macam lagila, la ni bila aku wat senyap member lagila senyap...aku sampai dah malas nak minta aku cuma doa jer kalau dia mampu gerakkanlah hati dia untuk bayar duit aku tuh, tapi kalau dia betul tak mampu ikhlaslah hati aku untuk halalkan jer hutang dia tuh... tapi bila dengan cara dia bercakap tu ikhlas aku ntah kemana-mana dah terbangnya...

Bagi aku dia bukan tak mampu nak bayar tapi memang jenis liat nak bayar...

Aku nak bagi peringatan la kat manusia-manusia yang suka berhutang nih... kalau dah namanya hutang tu bayarla... jangan lari-lari atau buat-buat lupa, hutang ni ko lari dalam lubang kubur pun dia tetap mengejar... takkan lupus gitu jer... kalau dah rasa-rasa susah sangat berbahasala pasang niat memang nak bayar hutang orang yang kita berhutang tuh...

Disamping tu usaha dan doa setiap kali solat tu, Ni aku nak ajar baca doa ni...

Ya Allah Ya Tuhan kau permudahkanlah rezekiku lapangkanlah dan perluaskan rezekiku serta kau berkatilah apa jua yang kau rezekikan kepadaku, janganlah kau duga aku dengan sesuatu yang diluar kemampuan aku sebagai hambamu, janganla kau duga aku dengan kesusahan sehingga aku hidup terpaksa meminta-meminta dan di kelilingi hutang, Ya Allah ya Tuhanku janganlah kau matikan aku dalam keadaan berhutang sesama manusia...permudahkanla ianya bagiku...

DOA AGAR
TUKAR TAKDIR BURUK


اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي شَقِيًّـا ، فَـامْحُنِي وَاكْتُبْنِي سَعِيْدًا

Ya Allah, sekiranya Engkau sudah tulis (dalam loh mahfuz) bahawa aku akan menderita, maka hapuskanlah (takdir buruk itu) daripadaku dan gantikanlah agar aku bahagia.
(Doa yang diamalkan oleh Abdullah Bin Umar Bin Al-Khattab)

Doa yang kat atas tu memang yang selalu aku amalkan setiap kali aku solat dan nak tidur, minta-minta dijauhkanla ajalku di jemput selagi aku ada terikat berhutang sesama orang disekelilingku...

Doa yang kat bawah tu aku dapat dari kawan-kawan yang gi class ustaz Abdullah Yasin...itu pun elok kita amalkan...

Wednesday, 6 May 2009

Happy Mother's Day

Sebenarnya aku dah lupa pun bila mother's day ni, tapi semalam balik kerja jemput Hanim, tetiba dia bagi bunga ros sekuntum siap ngan kad buatan sendiri lagi, and siap cakap "Selamat Hari Ibu Mama...Hanim tak tau bila hari ibu tapi Hanim tengok Iklan kat tv jadi Hanim terasa macam nak bagi mama hadiahla"

Patutla hari selasa tuh dia minta lima henget ngan aku siap pesan jangan tanya dia nak wat apa...ada suprise nanti tuk mama...touching plak rasanya...

Hanim memang selalu wat kejutan pun bila hari-hari penting ni, macam tahun-tahun sebelum nih mother's day mak-mak sedara pun dapat kad ucapan buatan sendiri dari dia...tapi faham2 jerla budak umur 7 tahun nyer kad ucapan kelakar pun ade...

Macam tu juga kalau bday atau annniversary kami dia yang dulu ingat, tapi yang tak best nyer...dia pau aku dulu tuk beli hadiah bagi kita orang, jangan harap nak pakai duit dia...habis sebijik ikut perangai hubby aku...nasib baik kalau ikut perangai boros aku nih habis laa...

Nih copy paste jer dari email kenkawang pagi tadi... Happy mother's day to all mum in this world

Bila dahaga, yang susukan aku....mak
Bila lapar, yang suapkan aku....mak
Bila keseorangan, yang sentiasa di sampingku.. ..mak
Kata mak, perkataan pertama yang aku sebut....Mak
Bila bangun tidur, aku cari....mak
Bila nangis, orang pertama yang datang ....mak
Bila nak bermanja, aku dekati....mak
Bila nak bergesel, aku duduk sebelah....mak
Bila sedih, yang boleh memujukku hanya....mak
Bila nakal, yang memarahi aku....mak
Bila merajuk, yang memujukku cuma....mak
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah....mak
Bila takut, yang tenangkan aku....mak
Bila nak peluk, yang aku suka peluk....mak
Aku selalu teringatkan ....mak
Bila sedih, aku mesti talipon....mak
Bila seronok, orang pertama aku nak beritahu.....mak
Bila bengang.. aku suka luah pada..mak
Bila takut, aku selalu panggil... "mmaaakkkk! "
Bila sakit, orang paling risau adalah....mak
Bila nak exam, orang paling sibuk juga....mak
Bila buat hal, yang marah aku dulu....mak
Bila ada masalah, yang paling risau.... mak
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. mak
Yang selalu masak makanan kegemaranku....mak
kalau balik ke kampung, yang selalu bekalkan ulam & lauk pauk.....mak
Yang selalu simpan dan kemaskan barang-barang aku....mak
Yang selalu berleter kat aku...mak
Yang selalu puji aku....mak
Yang selalu nasihat aku....mak
Bila nak kahwin..Orang pertama aku tunjuk dan rujuk.....mak

Aku ada pasangan hidup sendiri....

Bila seronok, aku cari.......pasanganku
Bila sedih, aku cari......mak

Bila berjaya, aku ceritakan pada....pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada....mak

Bila bahagia, aku peluk erat....pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat....emakku

Bila nak bercuti, aku bawa....pasanganku
Bila sibuk, aku hantar anak ke rumah.....mak

Bila sambut valentine... Aku bagi hadiah pada pasanganku
Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"

Selalu.. aku ingat pasanganku

Selalu.. mak ingat kat aku

Bila-bila... aku akan talipon pasanganku
Entah bila... aku nak talipon mak

Selalu....aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah bila... aku nak belikan hadiah untuk emak

Renungkan:

"Kalau kau sudah habis belajar dan berkerja... bolehkah kau kirim wang untuk mak?
mak bukan nak banyak... lima puluh ringgit sebulan pun cukuplah"...
Berderai air mata jika kita mendengarnya........

Tapi kalau mak sudah tiada..........

MAKKKKK...RINDU MAK..... RINDU SANGAT....

Berapa ramai yang sanggup menyuapkan ibunya....
berapa ramai yang sanggup mencuci muntah ibunya.....
berapa ramai yang sanggup mengantikan lampin ibunya......
berapa ramai yang sanggup membersihkan najis ibunya.......
berapa ramai yang sanggup membuang ulat dan membersihkan luka kudis ibunya....
berapa ramai yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....

dan akhir sekali berapa ramai yang sembahyang JENAZAH ibunya......

Seorang anak mendapatkan ibunya yang sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur lalu menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. Si ibu segera mengesatkan tangan di apron menyambut kertas yang dihulurkan oleh si anak lalu membacanya.Kos upah membantu ibu:

1) Tolong pergi kedai : RM4.00
2) Tolong jaga adik : RM4..00
3) Tolong buang sampah : RM1.00
4) Tolong kemas bilik : RM2.00
5) Tolong siram bunga : RM3.00
6) Tolong sapu sampah : RM3.00
Jumlah : RM17.00

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak sambil sesuatu berlegar-legar si mindanya. Si ibu mencapai sebatang pen dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.

1) Kos mengandungkanmu selama 9 bulan - PERCUMA
2) Kos berjaga malam kerana menjagamu - PERCUMA
3) Kos air mata yang menitis keranamu - PERCUMA
4) Kos kerunsingan kerana bimbangkanmu - PERCUMA
5) Kos menyediakan makan minum, pakaian, dan keperluanmu -PERCUMA
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - PERCUMA

Air mata si anak berlinang setelah membaca apa yang dituliskan oleh siibu. Si anak menatap wajah ibu,memeluknya dan berkata,

"Saya Sayangkan Ibu". Kemudian si anak mengambil pen dan menulis "Telah Dibayar" pada mukasurat yang sama ditulisnya.

Monday, 4 May 2009

Jemput Ler...

Sekarang ni aku tak punya masa nak update blog aku nih.. hari2 balik kerja jer... tugas aku duk merebang kerumah sedara-mara sekitar kl nih menghantar kad jemputan(rasa cam makcik-makcik jer bila kena buat kerja nih).

Malam plak aku sibuk duk membungkus hamper2 comey hadiah tetamu untuk majlis kawin adik aku...sampai letih jari-jari aku tension tuh, tak lama dah...pejam celik dua minggu lagi majlisnya tuh...

Toa all friend yang baca blog aku nih nak datang sila-silakan lah...tapi adatlah yek aku tak wat kat dewan-dewan atau hotel-hotel lima bintang tapi kat rumah buruk kat kampung aku tuh jer...majlis akad nikah dan berinai 30/5 dan langsungnyer 31/5/2009.

Sesapa nak nengok dua-duanyer leh la mula booking Era Golf & Country Resort(10minit jer dari umah aku)tu untuk bermalam. Sebab kalau kenduri kendara cam nih gumah aku sedara mara aku jer dah penuh...aku pun dah booking 6 bilik untuk keluarga sebelah mentua aku... so sesapa yang sudi nak datang tu anda dialu-alukan yek...

Nonie dan Ina tak yah kad lagila yek... aku jemput kat blog ni jer datang ler...

*Nih alamatnyer...terlupa daa...kang ader yang kata tak ikhlas kang macam beriyer-iyer menjemput add nyer tak dak... sowiila...

No 200 Block 9 Felda Gugusan Raja Alias 4,
72120 Bandar Baru Seri Jempol, Negeri Sembilan Darul Khusus